Menu

Dark Mode
Perkuat Kerja Sama, Pemprov Lampung dan Jateng Teken Sejumlah Kesepakatan Strategis Natal Oikoumene Lampung 2025, Momentum Perekat Silaturahmi dan Kepedulian Sosial Kisah Gen Z Perintis Warung Soto Cik Luky Nasib Ratusan Honorer Non Database Pemkot Metro di Ambang Keputusasaan Propam Polda Lampung Hentikan Laporan Dugaan Pelanggaran Disiplin Oknum Polisi, Ada Apa? Puluhan Warga Lampung Boyong Doorprize Gebyar Samsat 2025 ; Taat Pajak Dapat Hadiah!

Kota Metro

Kontroversi Soal “One Piece”, Pedagang T-Shirt di Kota Metro Kebanjiran Pembeli

badge-check


					Kontroversi Soal “One Piece”, Pedagang T-Shirt di Kota Metro Kebanjiran Pembeli Perbesar

InfoPresisi, Metro – Penjual kaos eceran di Kota Metro kebanjiran pembeli, akibat trendingnya isu kontroversial terkait serial film kartun “One Piece”. Dalam dua pekan, penjualan t-shirt bergambar tokoh fiktif itu laku sampai puluhan helai.

Penjual kaos One Piece, Mahatma Ridho(27) mengaku, pihaknya melihat peluang bisnis yang dinilai cukup besar, mengingat minat pembeli yang tinggi akibat respons pro dan kontra terkait film animasi asal Jepang tersebut.

“Ya kalau kami dari brand Euphoria Boys ini cuma sekadar memanfaatkan momen, karena kan di berita-berita di medsos kan lagi rame soal One Piece ini,” kata Ridho kepada InfoPresisi, saat diwawancarai di stand pedagang, dalam acara 3X3 Basketball Independence Day di Wedana Space Kota Metro, Sabtu, 23/8/2025.

“Mungkin di sisi lain ada pro dan kontra ya soal One Piece ini, tapi kita melihat dari sisi bisnisnya aja. Benar aja kan, kita merilis desain One Piece ini baru sekitar 2 bulanan, tapi sudah banyak yang beli. Puluhan kaos lah kira-kira,” imbuhnya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun InfoPresisi, diketahui fenomena pro-kontra atribut bergambar tokoh atau logo bendera film One Piece, marak digunakan netizen Indonesia sebagai bentuk protes terhadap kondisi sosial dan politik lokal yang dikaitkan dengan isu-isu korupsi, ketidakadilan, dan kesenjangan ekonomi, serta kontroversi hukum dan kebebasan berekspresi di ruang publik.

Penggunaan logo One Piece sebagai bendera dan segala atribut bergambar tokoh fiktif itu bermunculan, baik di jagad maya, maupun dunia nyata sebagai cara masyarakat, khususnya di kalangan generasi muda, untuk menyuarakan kekecewaan dan protes terhadap pemerintah, serta isu-isu kontroversi di Indonesia, yang secara paralel juga menjadi tema sentral dalam cerita One Piece, yakni sebuah kisah tentang perjuangan melawan ketidakadilan dan tirani.

Selain karena alasan bisnis, Ridho sebagai pemuda juga merasa terpanggil, tatkala mengetahui persoalan yang menjadi kontroversi itu, seolah mengekang kebebasan berekspresi masyarakat.

“Kita juga selain ingin berbisnis, juga ingin turut andil menyuarakan apa yang disuarakan banyak orang. Kami mau memberikan impact positif bagi diri kami sendiri dan masyarakat,” tandasnya.(*)

[Kiki Anggi]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Kisah Gen Z Perintis Warung Soto Cik Luky

6 January 2026 - 10:38 WIB

Nasib Ratusan Honorer Non Database Pemkot Metro di Ambang Keputusasaan

23 December 2025 - 05:00 WIB

Wakil Ketua BPSK Disperindag Lampung Turun Lapangan, Sosialisasi ke Pelaku Usaha

30 November 2025 - 09:13 WIB

Tok! Nota Kesepakatan KUA-PPAS APBD Kota Metro 2026 Ditandatangani

22 November 2025 - 13:28 WIB

Wali Kota Metro : Kesehatan Pemuda Adalah Investasi Bangsa

21 November 2025 - 10:08 WIB

Trending on Kota Metro