InfoPresisi, Metro – Kondisi Kota Metro yang saat ini masih terdampak abu vulkanik serta kemarau panjang, memicu kepedulian dari berbagai pihak. Menanggapi situasi tersebut, Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Maju, Adil, Jagat Aman, Sentosa (MAJAS) Kota Metro, Rio Renaldo mengajak pemerintah, tokoh masyarakat, dan seluruh warga untuk bersatu menggelar aksi religi: sholawat dan doa bersama.
Aksi ini digagas sebagai bentuk ikhtiar spiritual, sekaligus wujud kepedulian nyata terhadap beban sosial yang sedang dirasakan oleh masyarakat luas. Rio merencanakan agar kegiatan religius tersebut dapat dipusatkan di Masjid Taqwa Kota Metro, dengan merangkul seluruh elemen masyarakat tanpa terkecuali.

Menurut Rio, agenda doa bersama ini tidak hanya bertujuan untuk memohon perubahan kondisi alam yang lebih baik, tetapi juga menjadi momentum krusial untuk mempererat tali kebersamaan dan saling menguatkan di tengah masa-masa sulit.
“Di tengah kondisi seperti ini, jangan sampai kita kehilangan kepedulian terhadap sesama. Mari kita bersama-sama menundukkan kepala, bersholawat dan berdoa, memohon agar kondisi ini segera membaik dan hujan segera turun sehingga kemarau panjang dapat berakhir,” ujar Rio saat memberikan keterangan pada Selasa, 8/9/2026.
Lebih lanjut, Rio menyampaikan harapannya agar momentum keprihatinan ini dapat mengetuk hati masyarakat, untuk lebih peka dan responsif terhadap lingkungan sekitar. Terutama dalam mengulurkan bantuan kepada warga yang paling merasakan dampak buruk dari polusi debu vulkanik dan kekeringan ini.
“Musibah mengajarkan kita bahwa kita tidak bisa berjalan sendiri. Ada saatnya kita saling menguatkan, saling membantu, dan hadir untuk mereka yang membutuhkan. Mudah-mudahan dari keadaan ini tumbuh kembali rasa kebersamaan dan semangat gotong royong di tengah masyarakat,” tambahnya.
Selain aspek spiritual, Ketua LSM MAJAS ini juga mengingatkan masyarakat Kota Metro agar tetap memegang teguh adab ketimuran serta nilai-nilai luhur kebersamaan yang menjadi jati diri bangsa Indonesia.
Ia menekankan, esensi kepedulian sosial dan semangat gotong royong seyogianya tidak hanya muncul secara momentum saat bencana melanda, melainkan harus terus dirawat dan dihidupkan dalam dinamika kehidupan sehari-hari.
Melalui gerakan ini, LSM MAJAS Kota Metro berharap ajakan kolektif tersebut mampu menjadi pemantik langkah nyata dalam memperkokoh solidaritas sosial. Langkah ini sekaligus diharapkan dapat mengalirkan ketenangan spiritual, serta menyalakan lentera harapan baru bagi seluruh warga Kota Metro yang tengah berjuang melewati masa paceklik ini.(*)
[Tam-Kiki Anggi]














