Menu

Dark Mode
Soal Pinjaman Rp20 Miliar Pemkot Metro, Ria Hartini : Kami Belum Terima Data Rapat Lima Jam Lebih, DPRD Kota Metro Tak Beri Info Akurat ke Awak Media Wartawan Diminta Keluar Ruang Rapat Evaluasi Program Pembangunan Kota Metro, Ada Apa? Kampung Ramadan Masjid Darussalam Sediakan Takjil dan Berbagai Layanan Gratis FKPPI Kota Metro Bagikan Ratusan Paket Takjil Aktivis Pemuda Layangkan Somasi ke Pemkot Metro, Desak Perbaikan Infrastruktur Pasar 24

Opini

IMM Kota Metro, Guru Honorer dan Luka Mendalam Dunia Pendidikan

badge-check


					IMM Kota Metro, Guru Honorer dan Luka Mendalam Dunia Pendidikan Perbesar

Oleh : Yusuf Amrulah

Aksi September Gelap yang digelar Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Kota Metro menyuarakan banyak hal. Namun, ada satu isu yang paling menohok hati nurani publik: nasib guru honorer yang hingga kini belum mendapatkan keadilan layak dalam sistem pendidikan.

Guru honorer sejatinya adalah pilar penopang pendidikan. Ironisnya, jasa yang begitu besar itu justru diganjar upah rendah, jauh dari sejahtera. Bagaimana mungkin kita berharap pendidikan nasional melahirkan insan unggul, sementara para guru memaksa hidup bermodal penghasilan yang jauh dari cukup?

Hal ini menjadi titik berat kritik yang dilontarkan IMM Kota Metro: kewajiban negara untuk hadir menyejahterakan guru honorer. Pemerintah pusat pun daerah tidak boleh terus-menerus bersembunyi di balik alasan keterbatasan anggaran. Reformasi kebijakan harus segera dilakukan agar para pahlawan tanpa tanda jasa bisa memperoleh upah yang manusiawi, setara dengan dedikasi, jasa dan pengorbanan mereka.

Selain itu, IMM Kota Metro juga menyoroti praktik-praktik lain yang merusak integritas pendidikan negeri, termasuk adanya dugaan pungutan liar (pungli) di sekolah maupun instansi terkait.

Fenomena ini memang bukan isu baru, tapi tetap relevan sebagai cermin kerusakan birokrasi yang membebani mahasiswa magang maupun orang tua murid. Pungli, meski nilainya kecil, sesungguhnya menambah luka pada wajah dunia pendidikan.

Perjuangan IMM menyuarakan aspirasi bukan sekadar aksi jalanan. Namun panggilan moral agar negara serius membenahi dunia pendidikan. Tidak cukup dengan jargon, pemerintah harus menegakkan regulasi, memperketat pengawasan, serta memprioritaskan anggaran untuk kesejahteraan guru honorer.

Sejarah akan mencatat, guru honorer yang kini dipinggirkan adalah orang-orang yang telah menyalakan cahaya pengetahuan di ruang-ruang kelas pelosok negeri.

IMM Kota Metro hanya mengingatkan: jangan biarkan mereka terus hidup dalam ketidakpastian. Pendidikan yang adil hanya bisa lahir dari kesejahteraan para pendidik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Soal Pinjaman Rp20 Miliar Pemkot Metro, Ria Hartini : Kami Belum Terima Data

1 April 2026 - 14:50 WIB

Rapat Lima Jam Lebih, DPRD Kota Metro Tak Beri Info Akurat ke Awak Media

1 April 2026 - 10:50 WIB

Wartawan Diminta Keluar Ruang Rapat Evaluasi Program Pembangunan Kota Metro, Ada Apa?

1 April 2026 - 05:42 WIB

Kampung Ramadan Masjid Darussalam Sediakan Takjil dan Berbagai Layanan Gratis

14 March 2026 - 13:00 WIB

FKPPI Kota Metro Bagikan Ratusan Paket Takjil

14 March 2026 - 10:56 WIB

Trending on Kota Metro