InfoPresisi, Metro – Kelompok umat beragama Suko Duko Hindu Dharma Kota Metro meminta Pemerintah Kota (Pemkot) setempat mengulurkan tangan, membantu keterbatasan prasarana keagamaan, dalam hal ini perlengkapan kremasi jenazah.
Ketua Suko Duko Hindu Dharma Kota Metro, I Nyoman Saber menyebut, umat Hindu di Bumi Sai Wawai selalu menyewa kompor kremasi jenazah kepada umat Hindu di Kabupaten Lampung Tengah, untuk melaksanakan Upacara Ngaben.

“Gini, jadi setiap warga meninggal kita untuk pembakaran (jenazah) perlu kompor ya. Nah, kompor itu sebenarnya kita sewa. Maka, selama ini kita untuk pembakaran jenazah itu tetap sewa sama Seputihraman atau Raman Utara,” kata Nyoman Saber kepada InfoPresisi, Senin, 16/2/2026.
Berdasarkan informasi yang didapat dari keterangan Nyoman, diketahui umat Hindu sebagai minoritas di Kota Metro yang berjumlah sekitar 261 jiwa, atau 77 KK itu selalu mengalami kesulitan saat hendak menggelar upacara keagamaan pembakaran jenazah, atau Ngaben.
Hal ini lantaran perlengkapan Ngaben yang tidak tersedia, berupa alat kremasi. Kondisi itu sudah berlangsung selama puluhan tahun, terhitung sejak 2002.
“Kompor kremasi jenazah itu biaya sewanya lumayan itu, agak mahal. Dulu pernah harga sewanya naik jadi 1,5 juta dan sekarang sampai 2,8 juta,” beber Nyoman.
Nyoman mewakili seluruh umat Hindu Kota Metro berharap, Pemkot Metro berkenan membantu sarana dan prasarana peribadatan keagamaan kaum minoritas.
“Maka kami, umat Hindu Kota Metro mengharapkan kalau ada bantuan dari Pemerintah Kota Metro untuk alat kremasi, tentu kami akan sangat berterima kasih sekali, kalau pemerintah bersedia membantu untuk pengadaan sarana peribadatan kami, dalam hal ini alat kremasi jenazah,” pungkasnya.(*)[odoy]













