Menu

Dark Mode
Oknum Debt Collector Ditangkap, PETIR Dorong APH Bersih-Bersih Tanpa Nego Hukum Catatan Satu Tahun Kepemimpinan Bambang-Rafieq di Kota Metro Intip Potensi Garuda Muda Merumput Bersama Pemain Tanah Samba Minoritas Hindu di Kota Metro Harap Pemkot Akomodasi Keterbatasan Alat Kremasi MBG ; Pisau Bermata Dua Puluhan Rumah di Bambu Kuning Kota Metro Direndam Banjir, Warga : Apa Kerja Pemkot!?

Kota Metro

Oknum Debt Collector Ditangkap, PETIR Dorong APH Bersih-Bersih Tanpa Nego Hukum

badge-check


					Oknum Debt Collector Ditangkap, PETIR Dorong APH Bersih-Bersih Tanpa Nego Hukum Perbesar

InfoPresisi, Metro – Ketua Organisasi Kemasyarakatan Pasukan Elite Inti Rakyat (PETIR) Kota Metro, Bayu Hendrix Faluma meminta Aparat Penegak Hukum (APH), agar tidak memberi ruang negosiasi hukum dalam perkara yang menyeret seorang oknum debt collector (DC) berinisial MA atas dugaan penggelapan mobil debitur.

Bayu menyatakan, kasus yang menjerat MA merupakan refleksi persoalan serius yang selama ini meresahkan bagi masyarakat, khususnya Kota Metro. Dia meminta, agar polisi dan jaksa bersikap tegas menangani perkara tersebut, agar pelaku benar-benar mendapat sanksi setimpal, sesuai ketentuan hukum.

“Kami mendesak aparat penegak hukum, baik kepolisian maupun kejaksaan, agar tidak memberikan ruang negosiasi atau berupaya meringankan tuntutan terhadap oknum DC berinisial MA alias Ari Ubenz. Proses hukum harus berjalan sesuai aturan, tanpa kompromi,” tegas Bayu, Minggu, 22/2/2026.

Dia memaparkan, mayoritas masyarakat menaruh harapan besar agar kasus ini dapat menjadi momentum “bersih-bersih” praktik DC nakal yang kerap kali merugikan debitur.

Ketua ormas bergelar Sarjana Hukum itu secara khusus menyoroti potensi penerapan Restorative Justice (RJ) dalam perkara tersebut. Dia menilai, penyelesaian damai dalam kasus yang telah menimbulkan keresahan luas, tentu berpotensi memicu konflik sosial di tengah masyarakat. Bahkan, akan berdampak buruk terhadap APH.

“Jika ada upaya RJ dalam kasus ini, itu bisa menimbulkan konflik sosial. Tindakan oknum DC seperti ini bukan hanya merugikan satu orang, tapi sudah menjadi keresahan publik,” tegasnya.

“Ini bukan kasus kecil. Masyarakat sudah lama resah. Jangan sampai hukum terlihat bisa dinegosiasikan,” timpalnya.

Selain mendesak agar penanganan kasus terhadap pelaku MA benar-benar ditindak tegas, PETIR Kota Metro juga meminta aparat memburu kelompok oknum DC lain yang diduga masih aktif beroperasi di Kota Metro.

“Kami mendesak kepolisian memburu kelompok oknum DC yang kerap mangkal di sejumlah rumah sakit dan pusat perbelanjaan di Kota Metro. Keberadaan mereka meresahkan,” bebernya.

“Banyak laporan masyarakat soal intimidasi dan perampasan kendaraan. Bahkan ada yang mengatasnamakan bekingan petugas pada institusi tertentu seperti kepolisian, dan Polisi Militer untuk menakut-nakuti korban,” imbuhnya.

Dia menilai, tindakan semacam itu sudah masuk kategori kejahatan dan tidak bisa lagi ditoleransi. Bayu secara tegas meminta aparat kepolisian tidak hanya fokus pada satu pelaku, tapi juga memburu kelompok yang diduga menjadi jaringan, atau memiliki pola kejahatan serupa.

“Masyarakat berharap polisi segera memburu begal berkedok DC yang masih beroperasi di Kota Metro. Ini harus dibersihkan. Jika praktik tersebut tidak diberantas secara menyeluruh, maka rasa aman masyarakat akan terus terganggu,” pungkasnya.(*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Minoritas Hindu di Kota Metro Harap Pemkot Akomodasi Keterbatasan Alat Kremasi

16 February 2026 - 14:24 WIB

Puluhan Rumah di Bambu Kuning Kota Metro Direndam Banjir, Warga : Apa Kerja Pemkot!?

14 February 2026 - 12:01 WIB

Cuaca Buruk Sebabkan Ruas Jalan Terendam, Camat Metro Timur Imbau Pamong Gencarkan Gotong-royong

3 February 2026 - 13:24 WIB

FUAD UIN Jusila Gagas Prodi Baru Bidang Kesehatan

29 January 2026 - 11:39 WIB

Kisah Gen Z Perintis Warung Soto Cik Luky

6 January 2026 - 10:38 WIB

Trending on Features