InfoPresisi, Metro – Anggota Komisi II DPRD Kota Metro, A. Cahyadi Lamnunyai menyebut aksi gotong-royong masyarakat memperbaiki jalan rusak yang belakangan sering dilakukan, adalah murni gerakan yang terlahir dari kesadaran dan kemandirian, karena tidak ingin bergantung pada program pembangunan Pemerintah Kota (Pemkot) Metro yang dinilai lamban.
Cahyadi mengaku memahami kekecewaan masyarakat, atas sikap Pemkot Metro yang lamban menangani keluhan atas kerusakan infrastruktur.

“Ini bentuk kepedulian masyarakat terhadap lingkungannya sendiri,” kata Cahyadi, di tengah gotong-royong warga RT 020 dan 023 Kelurahan Margorejo, Metro Selatan, memperbaiki drainase amblas di Jalan Sutan Dumas setempat, Minggu, 17/5/2026.
Kendati demikian, politisi muda dari fraksi partai besutan Megawati Soekarno Putri itu juga meminta, masyarakat agar memahami kondisi keuangan daerah yang saat ini memang sedang tidak baik-baik saja.
Cahyadi menilai, keterbatasan fiskal daerah saat ini berimplikasi terhadap kemampuan Pemkot Metro dalam melaksanakan program pembangunan, pun pemeliharaan infrastruktur.
“Meski persoalan infrastruktur tidak bisa terus dibiarkan, karena menyangkut keselamatan dan aktivitas masyarakat, tapi kita juga harus memahami kondisi keuangan Kota Metro yang sedang mengalami tekanan,” bebernya.
Cahyadi juga meminta masyarakat, khususnya konstituen di wilayah Kecamatan Metro Selatan dan Metro Barat untuk bersabar, menyikapi kerusakan infrastruktur di lingkungannya masing-masing.
Dia menegaskan, Pemkot Metro harus segera mencari solusi dan atau melakukan inovasi, agar berbagai persoalan yang mendasar bagi masyarakat tidak terus menumpuk tanpa penyelesaian.
“Pemerintah daerah harus mampu menjawab keluhan masyarakat. Infrastruktur yang rusak ini bukan hanya satu dua titik, tetapi sudah banyak dan membutuhkan langkah cepat serta inovasi kebijakan,” pungkasnya.(*)
[Tam]














