Menu

Dark Mode
Dari Nigeria ke Indonesia, Sambo Hamisu Hammanga Kejar Ilmu di UIN Jusila Dua Pelajar Asal Metro, Wakili Provinsi Lampung Ikut Seleksi Paskibraka di Tingkat Nasional Eks Gubernur Lampung Arinal Djunaidi Jadi Tersangka Kasus Korupsi Serahkan 86 SK Pengangkatan CPNS, Wali Kota Metro : Disiplin & Jaga Integritas! Wali Kota Metro Lepas Delapan Pelajar Ikuti Seleksi Paskibraka di Tingkat Provinsi UIN Jusila dan Dubes Palestina Jajaki Kerja Sama Bidang Pendidikan

Features

Dari Nigeria ke Indonesia, Sambo Hamisu Hammanga Kejar Ilmu di UIN Jusila

badge-check


					Dari Nigeria ke Indonesia, Sambo Hamisu Hammanga Kejar Ilmu di UIN Jusila Perbesar

Oleh : Kiki Anggi

Laju roda dua saya terhenti di depan Universitas Islam Negeri Jurai Siwo Lampung (UIN Jusila) Kota Metro, Selasa, 5 Mei 2026 malam. Di salah satu sudut kampus dari kejauhan, nampak seorang pemuda berkebangsaan asing sedang duduk sembari menengadahkan wajahnya ke langit, seolah pikirannya tengah melangit bersama lamunan.

Tersadar akan kehadiran saya, pemuda asing berkulit gelap itu sontak melempar seulas senyum, mengucap salam seraya memperkenalkan diri dengan aksen khas warga asing ; terbata-bata dalam bahasa Indonesia.

Sambo Hamisu Hammanga namanya. Pemuda 20 tahun berstatus mahasiswa asal Adamawa State, Nigeria, Afrika Barat, yang saat ini sedang berjuang menyelesaikan jenjang pendidikan strata satu Program Studi Tadris Biologi, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK), di Universitas Islam Negeri Jurai Siwo Lampung (UIN Jusila) Kota Metro.

“Ya. Saya dari Nigeria, West Africa. Saya adalah mahasiswa international batch two di UIN Jusila dan sudah five month tinggal di sini (Kota Metro),” kata pemuda yang akrab disapa Hamisu itu, memulai perbincangan.

Perjalanan panjang Hamisu yang baru ia mulai itu, berawal dari ketertarikan saat melihat info di salah satu postingan akun instagram ; International Official UIN Jusila, yang memuat program beasiswa kuliah gratis bagi calon mahasiswa mancanegara.

Hamisu yang pada dasarnya berlatar belakang dari keluarga militer dan gemar berpetualang, akhirnya membulatkan tekad memutuskan untuk mendaftar dan terpilih sebagai salah satu calon mahasiswa baru, memulai kisah petualangan ke Indonesia, dengan niat menimba ilmu di UIN Jusila.

Kendati demikian, Hamisu tak dapat menampik kenyataan, bahwa perbedaan bahasa dan budaya menjadi salah satu hambatan baginya dalam berinteraksi dan berkomunikasi, selama mengikuti proses perkuliahan.

Tapi, Hamisu yang memang memiliki kemampuan beradaptasi yang baik, dibantu pendampingan intensif dari tenaga pendidik di lingkungan UIN Jusila, memudahkannya dalam beradaptasi, untuk dapat menyerap tiap tetes ilmu yang disampaikan.

“Memang awalnya saya sedikit kesulitan communication. But, dosen di sini berbahasa Arab dan English kepada saya. Teman-teman kuliah saya juga baik dan ramah,” kata Hamisu, sembari menyandarkan tubuhnya ke dinding.

Selain Hamisu, terdapat tiga mahasiswa asing lainnya yang juga mengikuti program beasiswa kuliah gratis di UIN Jusila, yakni ; Ibrahim Saad Ahmed dan Aeisha Balla dari Sudan yang sudah tiba dan memulai aktivitas kuliah, serta Nazir Abubakar Umar dari Nigeria yang hingga saat ini masih ditunggu kedatangannya.

Di luar kegiatan perkuliahan, Hamisu bersama Ibrahim juga fokus memperdalam syari’at Islam di Bumi Nusantara, dengan menjadi Mahasiswa Santri (Mahasantri) di Ma’had Al-Jami’ah UIN Jusila, yakni salah satu program serupa pondok pesantren yang baru digagas oleh satu-satunya Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) di Kota Metro itu.

Saban hari, aktivitas Hamisu tak lepas dari pantauan sivitas akademika UIN Jusila. Kepribadiannya yang ramah dan kemampuan komunikasi yang kian meningkat, juga membuat ia mudah berbaur di tengah warga kampus dan masyarakat.

Lingkungan perkuliahan yang sarat budaya ketimuran, beberapa teman lain yang juga berasal dari luar negeri, aktivitas di Ma’had Al-Jami’ah yang Islami, serta kehidupan sosial masyarakat di sekitar kampus yang ramah tamah, membuat Hamisu merasa nyaman secara perlahan, dan kerasan untuk menetap lebih lama di Bumi Sai Wawai.

“Saya betah tinggal di sini, tapi, saya kangen dengan keluarga di Nigeria. Mungkin akan lama pulang. Karena selain jauh, biaya perjalanan juga tidak murah,” keluhnya.

“Asalkan saya fast finish kuliah di sini. Maka akan cepat juga saya bertemu kembali dengan my family,” pungkasnya, menutup perbincangan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Dua Pelajar Asal Metro, Wakili Provinsi Lampung Ikut Seleksi Paskibraka di Tingkat Nasional

2 May 2026 - 03:24 WIB

Eks Gubernur Lampung Arinal Djunaidi Jadi Tersangka Kasus Korupsi

29 April 2026 - 02:17 WIB

Serahkan 86 SK Pengangkatan CPNS, Wali Kota Metro : Disiplin & Jaga Integritas!

27 April 2026 - 16:24 WIB

Wali Kota Metro Lepas Delapan Pelajar Ikuti Seleksi Paskibraka di Tingkat Provinsi

25 April 2026 - 10:54 WIB

UIN Jusila dan Dubes Palestina Jajaki Kerja Sama Bidang Pendidikan

21 April 2026 - 12:27 WIB

Trending on Kota Metro