Oleh: Kiki Anggi.
Di bawah langit Metro yang kian legam oleh kemarau panjang dan partikel abu bisu Gunung Anak Krakatau yang masih berselimut status Siaga (Level III), kepedulian tidak boleh ikut mengering.

DPC PDI Perjuangan Kota Metro memilih untuk terus menyala, solid bergerak membasuh dahaga dan melindungi nafas warga melalui pembagian air bersih dan masker gratis.

Kegiatan pembagian masker oleh kader DPC PDI Perjuangan Kota Metro kepada warga Yosodadi, Kecamatan Metro Timur, Kota Metro.
Kamis pagi, 10 September 2026, jejak langkah kemanusiaan itu sampai di Yosodadi, Metro Timur. Ketika sumur-sumur warga mulai kehilangan airnya dan udara mulai tercemar oleh partikel vulkanik dari erupsi senyap Gunung Anak Krakatau sebelumnya, para kader hadir membawa secercah penyejuk.
“Kalau untuk air bersih, kegiatan ini sudah dimulai sekitar 2 minggu lalu dan setiap hari tim kita keliling ke rumah-rumah warga yang membutuhkan,” ujar Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Metro, Ancilla Hernani, atau yang hangat disapa Bu Nanik.
“Kita juga membuka diri untuk masyarakat, apabila ada yang butuh bantuan air bersih, bisa menghubungi kader kami yang ada di setiap kelurahan,” imbuhnya.
Di tengah ancaman abu vulkanik yang tak kasat mata dari kawah Gunung Anak Krakatau, Bu Nanik menegaskan pesan yang tajam: ‘Waspada bukanlah kepanikan, melainkan benteng pertahanan’.
Masker yang dibagikan adalah perisai kecil untuk paru-paru anak-anak, lansia, dan mereka yang bertarung dengan rutinitas kerja di luar rumah. Langkah nyata ini menjadi bukti bahwa di saat alam sedang menguji, kepedulian yang konsisten adalah mata air yang tak boleh mati.
“Untuk pembagian masker juga dilakukan petugas sambil membagikan bantuan air bersih. Mungkin tak seberapa, tapi ini adalah wujud kepedulian kader, dan semoga bermanfaat,” tuturnya.
“Kami juga mengimbau masyarakat agar tetap tenang, jangan panik, tapi jangan pula malah abai dengan kesehatan. Gunakan masker dan kacamata saat beraktivitas di luar rumah sebagai langkah antisipatif, terutama bagi anak-anak, lansia, dan masyarakat yang memiliki aktivitas tinggi di luar ruangan,” pungkasnya.














