Menu

Dark Mode
Persib Boleh Kalah dari Persija, tetapi Jangan Kalah di Asia Respons Cepat Laporan Warga, Pemkot Metro Evakuasi Pohon Tumbang di Tejoagung Ketua DPRD Metro Ajak Pemimpin Refleksikan Esensi Kepemimpinan Rasulullah GAK Status Siaga Level III, Pemkot Metro Umumkan Sekolah Daring 11-12 September Disdikbud Metro Tempa Kompetensi Tenaga Didik Melawan Abu, Menghalau Kemarau: Konsistensi Sosial PDI Perjuangan di Tanah Metro

Opini

Persib Boleh Kalah dari Persija, tetapi Jangan Kalah di Asia

badge-check


					Persib Boleh Kalah dari Persija, tetapi Jangan Kalah di Asia Perbesar

Oleh: Dede Maulana Yusuf

Persib Bandung harus segera melupakan kekalahan dari rival abadinya, Persija Jakarta, demi mengejar target yang jauh lebih besar: membawa nama Indonesia berprestasi di kompetisi antarklub Asia musim 2026/2027.

Langkah Maung Bandung di kompetisi domestik memang baru saja tersandung. Bermain di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, pada Senin sore, Persib dipaksa menyerah oleh Persija. Macan Kemayoran tampil memukau di bawah arahan pelatih asal Korea Selatan, Shin Tae-yong, yang sukses menyuntikkan gaya main dinamis dan disiplin. Hasil ini membuat ribuan The Jakmania bersorak gembira, sementara kelompok pendukung Persib, Bobotoh, harus menahan kekecewaan mendalam setelah menyaksikan tim kebanggaan mereka terus digempur sepanjang laga.

Bagaimanapun, kekalahan dalam sebuah derbi penuh gengsi adalah hal yang lumrah dalam sepak bola. Sebelum takluk di ibu kota, performa Persib sebenarnya cukup stabil, termasuk saat sukses menumbangkan PSM Makassar dengan skor meyakinkan 3-1 di laga kandang.

Kini, fokus Persib sudah saatnya beralih ke level yang lebih tinggi. Mengingat status mereka sebagai juara bertahan kompetisi domestik tiga kali berturut-turut, Persib seharusnya sudah kenyang dengan kejayaan lokal. Sebagai klub daerah yang mandiri tanpa sokongan dana APBD, konsistensi Persib menembus kompetisi Asia dalam tiga musim terakhir merupakan pencapaian langka sekaligus membanggakan bagi lanskap sepak bola Indonesia. Grafis performa mereka di kancah internasional pun terus menunjukkan tren positif.

Musim ini, tantangan yang dihadapi tim asuhan manajemen Maung Bandung dipastikan jauh lebih berat. Jika musim lalu mereka sukses melenggang ke babak 16 besar setelah menjinakkan wakil-wakil Asia Tenggara (ASEAN), tahun ini Persib harus beradu taktik dengan raksasa luar ASEAN, seperti klub-klub mapan dari Korea Selatan hingga Australia.

Guna menjawab tantangan tersebut, manajemen Persib telah bergerak aktif di bursa transfer dengan mendatangkan sejumlah pemain anyar yang dinilai sukses beradaptasi. Komposisi skuad saat ini ditopang oleh pemain-pemain berkarakter cepat, yang diharapkan mampu meruntuhkan organisasi pertahanan disiplin khas tim-tim elite Asia. Perombakan skuad ini memicu dahaga kemenangan yang lebih besar, sekaligus menjadi pembuktian atas komitmen pemain dan manajemen untuk berbicara banyak di level internasional.

Ekspektasi besar kini berada di pundak Persib. Kehadiran mereka di kompetisi Asia bukan lagi sekadar pelengkap atau ajang mencari pengalaman. Jika Persib mampu melangkah jauh hingga ke babak final, keberhasilan ini secara otomatis akan mendongkrak koefisien kompetisi domestik di mata AFC. Peningkatan peringkat ini sangat krusial demi memperbaiki kualitas liga secara menyeluruh sekaligus melahirkan paradigma baru di industri sepak bola tanah air.

Kekalahan dari Persija sore tadi bukanlah tanda bahwa Persib kehilangan taji di kompetisi lokal. Di bawah kendali tim kepelatihan, Persib sedang menerapkan strategi rotasi dan game plan yang matang demi menyiasati jadwal padat di empat kompetisi berbeda musim ini. Melawan tim ibu kota memang selalu menguras tenaga, emosi, dan gengsi. Namun, demi sebuah misi besar menaikkan derajat sepak bola Indonesia di panggung Asia, Persib Bandung wajib menjaga rasa lapar mereka dan berjuang hingga titik darah penghabisan.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Transformasi Kampus dan Psikologi Perubahan Perspektif Psikologi Terapan

12 August 2026 - 01:58 WIB

Sesudah Menjadi Guru Besar

8 August 2026 - 09:25 WIB

Kontroversi Menjadi Peluang: Fenomena Larisnya Kaus One Piece di Kota Metro Perspektif Psikologi Terapan

5 August 2026 - 03:29 WIB

Akhir Kehidupan dan Jejak Identitas Diri: Wafat saat Beribadah Perspektif Psikologi Terapan

4 August 2026 - 11:05 WIB

Ekologi Pengasuhan: Jalan Sunyi Menuju Indonesia Emas

23 July 2026 - 04:01 WIB

Trending on Opini