Metro – Pemberian Tunjangan Hari Raya (THR) dari Pemkot Metro kepada insan pers sebagai bentuk sinergitas, biasa dibagikan menjelang Idul Fitri. Hal itu bahkan telah menjadi tradisi, yang sudah berlangsung lebih dari 2 dekade.
Namun kini, di awal massa pemerintahan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Metro yang baru, Bambang Iman Santoso dan Rafieq Adi Pradana, tradisi puluhan tahun itu dihentikan dan malah dianggap sebagai pemborosan.

Belum selesai soal pencairan anggaran publikasi yang carut-marut dan diduga dilakukan dengan pola tebang pilih. Kini, pemberian THR kepada wartawan juga dihapus. Ada apa dengan pemerintahan Bambang-Rafieq?
Alih-alih mencegah pemborosan anggaran, Pemkot Metro malah mencederai hubungan antara pemerintah daerah dengan insan pers, yang selama ini terjalin dengan baik.
Sejumlah wartawan di Kota Metro mengganggap Wali Kota Metro Bambang Iman Santoso, kurang ramah terhadap insan pers.
“Gila! Itu kan tradisi sudah puluhan tahun berjalan, dari zaman pemerintahan Pak Mozes. Hilang? Keterlaluan,” kata Samsul, salah seorang wartawan di Kota Metro, Kamis, 27/3/2025.
“Bukan soal nomimalnya. Tapi ini kan bentuk perhatian, bentuk sinergitas. Ya kalau memang sudah enggak ada, berarti mereka memang sudah enggak mau lagi bersinergi, sudah enggak ada perhatian lagi kok,” timpalnya.
Ketidaktersediaan anggaran untuk THR wartawan itu, dibenarkan oleh salah seorang staff Bagian Protokol Setda Metro. Hingga hari terakhir kerja, belum ada perintah terkait hal itu.
“Maaf bang, belum ada sampai saat ini. Kami juga belum dapat arahan dan perintah,” pungkas staff Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda Metro itu.(*)[Tim]








![[Advertorial] Ketua Komisi I DPRD Kota Metro Pastikan Efisiensi Anggaran Berdampak Positif Bagi Masyarakat](https://infopresisi.com/wp-content/uploads/2025/07/Screenshot_20250719_191424_Canva-300x172.jpg)









