Menu ✖

Dark Mode
Perkuat Sinergi Pelayanan Kesehatan, LBH-KIS Kota Metro Gelar Audiensi dengan DPRD Polres Metro Tangkap Dua Remaja Pelaku Pengeroyokan Pelajar OPD Metro Saling Lempar Wewenang Soal Pohon Tumbang, Ketua PETIR: Ini Tidak Benar! Bawa Kabur dan Jual Motor Teman Kencan, Pemuda di Pringsewu Diringkus Polisi Usir Jenuh Belajar Teori, Siswa MA Yapsi Sumberjaya Selami Sejarah Nabi Lewat Film Potong Generasi Koruptor, HMPS IPS UIN Jusila Mulai dari Pendidikan Moral dan Antikorupsi

News

Potong Generasi Koruptor, HMPS IPS UIN Jusila Mulai dari Pendidikan Moral dan Antikorupsi

badge-check


					Potong Generasi Koruptor, HMPS IPS UIN Jusila Mulai dari Pendidikan Moral dan Antikorupsi Perbesar

InfoPresisi, Lampung Timur – Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Tadris IPS Universitas Islam Negeri Jurai Siwo Lampung (UIN Jusila) menggelar Seminar Pendidikan Moral dan Antikorupsi pada Minggu, 20/9/2026.

Ratusan mahasiswa Prodi Tadris IPS UIN Jusila mengikuti Seminar Pendidikan Moral dan Antikorupsi.

Kegiatan ini berlangsung di Gedung Academic Center (GAC) Kampus II, Desa Banjarrejo, Kecamatan Batanghari, Kabupaten Lampung Timur, dan diikuti lebih dari 100 mahasiswa, terdiri dari angkatan 2025 & 2026.

Ketua HMPS Tadris IPS UIN Jusila sekaligus inisiator kegiatan, Fajar Shodiq Ibrahim, menjelaskan, agenda ini bertujuan memberikan edukasi mengenai daya rusak korupsi terhadap sendi-sendi kehidupan bernegara, khususnya di sektor ekonomi. Melalui seminar ini, mahasiswa didorong untuk mengambil peran nyata dalam melakukan perubahan.

“Kita semua memahami bahwa korupsi adalah musuh besar negara. Mahasiswa sebagai generasi penerus diharapkan mampu mengimplementasikan peran sebagai agent of change, yang dimulai dari mendisiplinkan diri sendiri,” ujar Fajar.

Fajar juga menyoroti fenomena penegakan hukum di Indonesia saat ini. Menurutnya, meskipun banyak koruptor yang telah ditangkap, divonis, dan asetnya disita, praktik korupsi tetap tumbuh subur.

Ia menilai bahwa yang berubah selama ini hanyalah pelaku korupsinya, bukan sistem yang melahirkannya. Hal inilah yang membuat korupsi menjadi persoalan pelik yang tidak pernah usai.

“Selama ini, korupsi lebih banyak dipandang sebagai persoalan pidana semata, sehingga penyelesaiannya selalu berpusat pada penindakan. Negara merasa berhasil ketika semakin banyak pelaku yang dipenjara. Padahal, ukuran keberhasilan yang sesungguhnya adalah semakin kecilnya peluang korupsi itu untuk terjadi,” tegasnya.

Ia menambahkan, Indonesia telah berhasil membangun sistem penghukuman, tetapi belum sepenuhnya membangun sistem yang melahirkan integritas.

“Oleh karena itu, seminar ini hadir sebagai langkah awal untuk menggeser paradigma pemberantasan korupsi ke arah pencegahan berbasis moral,” tukasnya.

Acara yang berlangsung interaktif tersebut menghadirkan Adi Hartono, seorang guru dari SMK Idea Indonesia, sebagai narasumber utama yang mengupas tuntas urgensi pendidikan moral sejak dini.
[Kiki Anggi]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Tuntut Transparansi Kebijakan Banjir, Aliansi Petani Seret Pemkot Metro ke Komisi Informasi

21 September 2026 - 12:44 WIB

Respons Cepat Laporan Warga, Pemkot Metro Evakuasi Pohon Tumbang di Tejoagung

13 September 2026 - 14:57 WIB

Eks Gubernur Lampung Arinal Djunaidi Jadi Tersangka Kasus Korupsi

29 April 2026 - 02:17 WIB

Puluhan Rumah di Bambu Kuning Kota Metro Direndam Banjir, Warga : Apa Kerja Pemkot!?

14 February 2026 - 12:01 WIB

Dalam 90 Hari Ke Depan, Perkara HKI Logo dan Nama IWO Harus Putus Sidang

18 September 2025 - 07:13 WIB

Trending on IWO