InfoPresisi, Metro – Tragedi pilu Kerusuhan 27 Juli 1996 (Kudatuli) menjadi kisah kelam tentang perjuangan demokrasi, sekaligus simbol perlawanan terhadap ketidakadilan dan arogansi dari tirani Orde Baru. Peristiwa itu juga dijadikan sebagai momentum refleksi bagi jajaran PDI Perjuangan.
Bendahara DPC PDI Perjuangan Kota Metro, Ria Hartini mengatkan, peringatan tragedi Kudatuli tidak hanya sekadar kisah dalam rentetan catatan sejarah Indonesia, tapi juga menjadi simbol perjuangan rakyat bagi demokrasi.

“Tragedi Kudatuli menjadi tonggak penting dalam perjalanan demokrasi Indonesia. Merupakan kisah pilu yang menjadi bagian tak terpisahkan dari sejarah perjuangan PDI Perjuangan,” kata Ria, Sabtu, 25/7/2026.
Semangat perjuangan yang tersirat dalam kisah Kudatuli harus menjadi pegangan bagi generasi penerus, agar tragedi serupa tidak pernah terulang lagi di Bumi Pertiwi.
Tindakan represif segelintir oknum yang terjadi pada masa Orde Baru itu harus menjadi pelajaran berharga, agar penyalahgunaan kekuasaan tidak kembali terjadi.
“Peringatan Kudatuli ini kami harap, generasi berikutnya dapat mengetahui, bahwa pernah terjadi tindakan represif negara terhadap rakyat. Maka jangan sampai peristiwa serupa kembali terulang pada masa mendatang,” tandasnya.(*)[Kiki Anggi]














