InfoPresisi, Lampung Barat – Madrasah Aliyah (MA) Yapsi Sumberjaya terus berkomitmen mengembangkan potensi non-akademik siswanya. Salah satu langkah nyata yang diambil adalah melalui kegiatan rutin penumbuhan karakter dan syiar Islam, lewat kegiatan ekstrakurikuler (ekskul) Hadroh yang digelar tiap Sabtu di lingkungan sekolah.
Dalam kegiatan ini, para murid berkumpul di ruang kelas untuk melantunkan selawat dan puji-pujian yang ditujukan kepada Baginda Nabi Muhammad Shalallahu ‘Alaihi Wa Sallam. Dengan menggunakan mikrofon dan alat musik rebana, para siswa antusias mempelajari kesenian Islam tersebut demi menciptakan nada yang indah untuk didengarkan.

Ekskul Hadroh di MA Yapsi sendiri sudah berdiri sejak tahun 2025 dan telah resmi masuk ke dalam jadwal kalender akademik sekolah. Selain Hadroh, sekolah ini juga menyediakan pilihan ekskul lain seperti futsal, voli, badminton, catur, dan tari. Meski demikian, Hadroh menjadi salah satu cabang ekskul yang paling banyak diminati oleh para siswa madrasah setempat.
Kepala MA Yapsi, Hasbullah menjelaskan, kegiatan hadroh sengaja dihadirkan sebagai wadah untuk melatih kepercayaan diri serta kegigihan para siswa. Menurutnya, mempelajari seni musik Islami ini membutuhkan waktu, kemauan yang keras, kesabaran, serta ketelatenan. Bagi siswa yang memiliki keterbatasan dalam memahami ketukan atau nada, pihak sekolah menyediakan pengajar khusus untuk memandu mereka secara perlahan.
“Lantunan selawat berbahasa Arab menjadi salah satu hal yang bagus agar siswa terbiasa berbahasa Arab, karena di MA Yapsi terdapat pelajaran bahasa Arab,” ujar Hasbullah saat memberikan keterangan.
Hasbullah menambahkan, ekskul ini dibentuk khusus untuk membudayakan siswa agar terbiasa mensyiarkan agama Islam lewat kesenian, baik di dalam lingkungan sekolah maupun ketika terjun ke masyarakat kelak. Grup Hadroh yang terdiri dari beberapa orang siswa ini juga dikenal kompak dan mandiri dalam menyiapkan segala keperluan latihan mereka.
Meskipun kesenian Hadroh bukan merupakan hal baru di mata masyarakat, kegiatan berkesenian ini dinilai sangat tepat untuk mengasah kemampuan motorik anak serta membangun kekompakan tim. Pihak sekolah berharap, program ini mampu melahirkan generasi muda yang seimbang antara ilmu umum dan spiritual.
Hasbullah berharap melalui wadah ini para siswa dapat tumbuh menjadi pribadi yang terampil dalam segala hal.
“Jadi, selain kemampuan akademik, kemampuan dalam mengembangkan potensi diri merupakan tujuan utama dari diadakannya berbagai kegiatan ekstrakurikuler di MA Yapsi Sumberjaya,” pungkasnya.(*)
[DD Maulana Yusuf]














