InfoPresisi, Metro – Instruksi Wali Kota Metro, Bambang Iman Santoso mempercepat perbaikan jalan rusak sebelum Idul Fitri 2025 ternyata hanya sekadar janji belaka. Realita di lapangan, masih banyak jalan hancur yang belum juga diperbaiki.
Hal itu memicu kekecewaan warga, sehingga kinerja Wali Kota dan Dinas PUTR Kota Metro menjadi dipertanyakan. Mana buktinya?

Diketahui sebelumnya, sidak kondisi jalan rusak yang di lakukan oleh Wali Kota Metro dan dinas teknis terkait, dilakukan pada Jumat, 14 Maret 2025 lalu. Dalam kesempatan itu, Bambang Iman Santoso berjanji akan melakukan perbaikan jalan yang ditargetkan rampung sebelum lebaran Idul Fitri. Hal itu dianggap sebagai sebuah pencitraan dan seremonial belaka.
Sebab, Dinas PUTR Kota Metro memang diketahui sudah tidak memiliki anggaran rutin yang mencukupi untuk melakukan perbaikan infrastruktur jalan. Anggaran yang ada hanya sekitar Rp300 juta, sedangkan nilai yang dibutuhkan untuk memperbaiki jalan rusak diperkirakan berkisar Rp500 juta hingga Rp1 miliar.
“Perintah Pak Wali sudah kami tindaklanjuti di beberapa ruas seperti Jalan Yos Sudarso, AR Prawiranegara, Sutan Syahrir, Budi Utomo, dan Soekarno Hatta. Tapi memang belum semuanya bisa kita perbaiki,” kata Sekda Kota Metro, Bangkit Haryoutomo, Selasa, 8/4/2025.
“Dana rutin memang masih sangat terbatas. Ini adalah anggaran murni dari periode sebelumnya. Tapi nanti akan kita tata kembali agar bisa meningkat di APBD berikutnya,” imbuhnya.
Bangkit mengakui, bahwa suatu perencanaan anggaran bersifat tentatif dan mendesak, merupakan hal yang mengindikasikan tidak adanya roadmap pembangunan yang sistematis dan berkelanjutan.
Dia juga menekankan, kurun waktu dekat, efisiensi anggaran sedang diselesaikan sesuai arahan Presiden Prabowo, dan setelah itu baru akan ada tambahan untuk sektor infrastruktur.
“Saya minta Kepala Dinas PU benar-benar menjaga kualitas jalan. Jangan hanya dikejar target perbaikan, tanpa memperhatikan daya tahan jalan. Kita butuh kualitas, bukan sekedar tambal sulam,” tegasnya.
Bangkit menegaskan, pentingnya fokus pembangunan yang merata dan tepat sasaran. Tapi jika eksekusi di lapangan oleh OPD terkait tetap lemah, maka visi kepemimpinan dalam mewujudkan “jalan mulus” itu bakal berujung gagal.
“Proses pekerjaan fisik sedang dipersiapkan untuk menyelesaikan efisiensi anggaran. Jadi, perintah Presiden Prabowo untuk melakukan efisiensi. Setelah efisiensi nanti selesai, nantinya akan kita tambah anggarannya di infrastruktur dan mudah-mudahan bisa menyentuh ke-22 kelurahan,” pungkasnya.(*)[Kiki Anggi]








![[Advertorial] Ketua Komisi I DPRD Kota Metro Pastikan Efisiensi Anggaran Berdampak Positif Bagi Masyarakat](https://infopresisi.com/wp-content/uploads/2025/07/Screenshot_20250719_191424_Canva-300x172.jpg)









