InfoPresisi, Metro – Bagian Pendistribusian dan Perbaikan Instalasi Air Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Metro, mengungkap sejumlah kendala teknis, yang memengaruhi tinggi-rendanya debit ke rumah-rumah masyarakat.
Staf Bagian Distribusi/Perbaikan Instalasi Air PDAM Kota Metro, Tarbun menjelaskan sejumlah masalah teknis seperti kebocoran pipa instalasi air, yang menyebabkan debit kecil, atau malah aliran PDAM di rumah pelanggan jadi berhenti.

“Kendala teknis di PDAM berdampak ke pendistribusian air ke rumah-rumah pelanggan. Misalnya, pipa instalasi air yang bocor. Karena, selama pipa air itu diperbaiki, maka kran utama itu kan kami matikan dulu. Kita kosongkan dulu pipanya, supaya bisa diperbaiki pipa yang rusak,” kata Tarbun kepada InfoPresisi, Kamis, 15/5/2025.
Menurut Tarbun, kerusakan pada jaringan air itu diduga karena pipa instalasi yang usang. Konstruksi berusia tua yang terpasang di ruas-ruas jalan di Kota Metro, merupakan peninggalan pemerintahan Kabupaten Lampung Tengah di era 80an.
“Kalau jaringan instalasi yang ada sekarang ini, itu memang sudah sejak PDAM ini berdiri, dari tahun 80an. Waktu itu masih pemerintahan Kabupaten Lampung Tengah, belum jadi Kota Metro,” ulasnya.
Penyebab lain yang berdampak pada tinggi-rendahnya debit air PDAM Kota Metro, antara lain dipengaruhi oleh stabilitas arus listrik PLN dan faktor cuaca, atau bencana alam semisal banjir.
Pemadaman listrik menyebabkan matinya arus air PDAM yang mengandalkan mesin-mesin tenaga listrik. Sehingga, hal itu menyebabkan pendistribusian air juga ikut terganggu.
Sedangkan, curah hujan yang tinggi atau malah banjir, dapat mempengaruhi mekanisme kerja Water Treatment Plant (WTP) atau Instalasi Pengolahan Air. Hal itu juga mempengaruhi aktivitas distribusi air ke rumah pelanggan air bersih PDAM.
“Kalau PLN mati listrik, kita juga ikut mati air. Kalau WTP itu bermasalah, kan kita juga enggak bisa produksi, akhirnya enggak bisa kirim air,” ungkapnya.
PDAM Kota Metro mengimbau, masyarakat pelanggan air bersih agar menjaga pasokan air di rumah, dengan menyediakan wadah penampungan yang memadai. Hal itu diharap akan dapat membantu, dalam hal ini mencukupi kebutuhan air, apabila PDAM mengalami kendala teknis.
“Maka, kami juga mengimbau masyarakat pelanggan PDAM, untuk punya wadah penampungan air. Jadi, kalau sewaktu-waktu ada kendala teknis, pelanggan PDAM sudah siap, karena punya pasokan air yang cukup,” tukasnya.
Air bersih sebagai salah satu kebutuhan hidup yang paling mendasar, seharusnya benar-benar dijaga kualitasnya, diperhatikan benar-benar dan dipenuhi.
Pemerintah Kota (Pemkot) Metro dalam hal ini dinas teknis pengelola air, berupaya menjamin ketersediaan air bersih, pun masyarakat diharap bersedia memaklumi kendala-kendala teknis yang mungkin mempengaruhi kinerja PDAM, dalam pendistribusian air.
[Kiki Anggi]

















