Oleh : Dede Maulana Yusuf
Sebagai tim yang baru melenting dari liga 2, pencapaian Bhayangkara Presisi Lampung FC terbilang luar biasa, mereka juga berpotensi menjungkalkan sang juara bertahan jika bermain konsisten tanpa kesalahan, karena Persib terkenal dengan sistem permainan yang tersusun rapih.
Kemudian Bhayangkara Presisi Lampung FC sedang dalam tren positif, pemain andalannya yang baru masuk di pertengahan musim ini Mousa Sidibe mencatatkan 10 gol dan 6 assist dari 11 pertandingan, suatu catatan yang tidak mudah diraih pemain lain di liga 1 musim ini.
Catatan impresif ini tentu bukan suatu keberuntungan yang datang tiba-tiba, Moussa Sidibe adalah senjata mematikan untuk sektor pertahanan persib dengan kelincahannya membawa si kulit bundar. Mousa Sidibe akan membuat pertahanan Persib kerepotan ketika bola berada di kakinya.
Rekor kiper Persib pun bisa terancam karena kemampuan Mousa Sidibe yang sangat baik ketika membawa bola di dalam kotak penalti lawan, sekalipun dia dikepung, dia sering kali mampu meloloskan diri karena kemampuannya meliuk-liuk tanpa beban dalam kotak pinalti. Jika pemain bertahan Persib tidak sabar menghadapi pergerakannya, bisa saja dia dijatuhkan dalam kotak penalti yang sangat menguntungkan untuk Bhayangkara FC.
Tendangan Moussa Sidibe begitu sangat presisi, dia bisa saja melepaskan umpan-umpan manja yang bisa diterima oleh striker dengan mudah, sehingga blokade yang digalang pemain bertahan Persib menjadi sia-sia.

Posisi Moussa Sidibe sebagai penyerang sayap akan memudahkannya beroperasi di dalam kotak penalti, sekalipun dijaga para pemain bertahan, dia bisa saja menceploskan bola ke dalam jaring yang dikawal sang kiper Teja Paku Alam dengan tendangan melengkung, seperti caranya menceploskan bola ke gawang Persija.
Bhayangkara Presisi Lampung FC juga memiliki Ryo Matsumura, gelandang serang yang dipinjam dari klub ibu kota, Persija Jakarta sangat paham dengan gaya bermain liga Indonesia yang mengandalkan kekuatan. Ketika menjamu Persib Bandung di Bandar Lampung, pengalamannya sangat berharga karena dia pernah memperkuat rival abadi saat memperkuat klub dari ibu kota Jakarta.
Dukungan suporter tuan rumah dan kehadiran para Bobotoh Lampung akan membuat tensi pertandingan tidak kalah mautnya, ketika Bhayangkara membabat Persija di kandang, karena Persib berambisi mempertahankan gelar demi mencatatkan rekor juara tiga kali beruntun.
Motivasi anak-anak Bhayangkara akan membuat pertandingan berjalan menegangkan, tim tuan rumah akan melakukan berbagai cara agar aroma harum mereka terasa lebih kuat lagi dengan cara menjungkalkan tim juara bertahan.
Semua potensi akan dimaksimalkan sang pelatih, termasuk peran suporter tuan rumah yang bisa merusak mental bertempur anak-anak Maung Bandung.
Sebagai tim promosi, nasibnya amat sangat jauh berbeda dengan dua tim barengannya yang juga promosi dari liga 2 musim ini, tim asal Jogjakarta dan Jepara, mereka sama-sama sedang berjuang untuk memenangkan pertandingan, masing-masing tim berusaha membalikan kepercayaan tim karena catatan hasil buruk, dan satu lagi memperjuangkan agar timnya tidak terlempar kembali ke liga 2 di musim yang akan datang.














