Menu ✖

Dark Mode
Migrasi Konsumen Picu Krisis Antrean BBM di Kota Metro, DPRD Tuntut Tata Kelola Distribusi Diperketat Soal Wacana Revitalisasi Shopping Center, Bu Nanik: Duduk Bersama Cari Win-win Solution Nyala Asa di Balik Kabut Mika: Simfoni Kehidupan Revo Dinata dan Jemari Penakluk Kegelapan Nakhoda Baru PMI Kota Metro Dilantik, Ria Ayam: Kemanusiaan Tak Bisa Jalan Sendiri Pemkot Metro Kalah Sengketa, Wajib Buka Dokumen Anggaran Banjir ke Petani Ancilla Hernani Sebut Energi Positif FKPPI Lampung Jadi Kekuatan Jaga Kedaulatan

Features

Dari Bangku Kuliah ke Layar Ponsel

badge-check


					Dari Bangku Kuliah ke Layar Ponsel Perbesar

Oleh : Dinda Cevira Anjani, mahasiswi Prodi KPI IAIN Metro

Hiruk pikuk suasana kampus IAIN Metro tak menggoyahkan semangat mahasiswi berkacamata dan bertubuh mungil yang lahir 21 tahun lalu, Lia Ayu Wulandari namanya. Tidak hanya menimba ilmu, mahasiswi semester VI Prodi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) itu juga merintis usaha sediri.

Di balik senyum ceria dan tawanya, tersimpan kisah inspiratif tentang perjuangannya meraih cita-cita, sembari menjajakan dagangan via online.

Wulan terlahir dari keluarga sederhana di Desa Bumiharjo, Kecamatan Batanghari, Kabupaten Lampung Timur. Ayahnya berprofesi sebagai buruh yang penghasilannya tidak menentu. Ibunya hanya ibu rumah tangga biasa. Sedangkan Wulan, dia dikenal sebagai pribadi yang rajin dan tekun membantu orang tuanya menyelesaikan pekerjaan rumah.

Sejak duduk di bangku SMP, Wulan telah memulai bisnis dagangnya. Bermodal dari uang jajan yang sengaja ia sisihkan, dia mengumpulkan barang-barang yang akan ditawarkan, untuk dipajang di platform media sosial.

Awal memulai usaha tak selalu berjalan mulus. Pun dengan usaha Wulan yang pernah mengalami kerugiaan. Kala itu, barang-barang yang ia stok dengan jumlah yang cukup banyak tidak terjual semuanya. Sehingga ia memutuskan untuk menjual murah barang-barang tersebut kepada pembelinya.

Namun demikian, kerugiaan itu tidak membuat Wulan patah arang untuk berjualan dan bisnis yang ia tekuni terus berlanjut sampai ia duduk di bangku kuliah.

“Awalnya, aku cuma jualan aksesoris dan kebutuhan sehari-hari, karena modalnya masih minim,” tutur Wulan.

Menjalankan usaha di tengah padatnya jadwal kuliah bukanlah hal mudah. Tetapi Wulan pandai me-manage waktu antara belajar dan bisnis, serta mengatur jadwal kuliah, mengerjakan tugas, dan memanfaatkan waktu luang untuk mengurus bisninya. Sehingga di antara keduanya tidak ada yang tertinggal.

Tak jarang juga, saat masih ada kelas kuliah, Wulan izin ke dosen untuk keluar sebentar, menemui pembeli yang kebetulan satu kampus dengannya. Begitu juga saat ia kerja kelompok atau kumpul bersama teman sekelas. Wulan akan menyempatkan waktunya untuk bertransaksi.

“Capek itu pasti, tapi aku yakin ini semua akan indah pada akhirnya,” ucapnya lirih.

Ketekunan dan kerja kerasnya membuahkan hasil. Dalam waktu yang tidak singkat, bisnisnya sudah dikenal banyak orang. Wulan berhasil membangun citra diri sebagai penjual olshop terpercaya, dengan menawarkan produk berkualitas dan layanan yang memuaskan pelanggan.

Omzetnya pun meningkat secara signifikan. Dia mampu meringankan beban orang tuanya, bahkan dia bisa membeli sejumlah barang seperti ; sepeda motor, sepeda, laptop, printer, dan kebutuhan lainnya, dari hasil berjualan online selama ini.

“Awal dagang, ibu sempat takut sekolahnya terganggu. Tapi alhamdulilah, itu tidak terjadi sampai Wulan kuliah dan Wulan bisa menghasilkan keutungan yang melimpah dari jualannya,” jelas Ibu Wulan.

Kunci sukses Wulan adalah ketekunan, kerja keras, dan kreatif dalam mempromosikan usaha olshop-nya. Ia selalu berusaha untuk memberikan yang terbaik dalam kualitas produk dan pelayanannya,

“Aku selalu berusaha memberikan yang terbaik untuk pelanggan ku, baik itu dari segi pelayanan maupun produk ku,” imbuh Wulan.

Kisahnya menjadi bukti, bahwa mimpi dan usaha tak mengenal batasan. Ia mengispirasi banyak orang terutama mahasiswa, bahwa meraih kesuksesan bisa dilakukan dengan cara apa saja, asal kita tekun dan sabar menjalaninya.

Jangan takut gagal sebelum memulai. Yang penting adalah terus belajar, dan pantang menyerah.

Kisah Wulan juga mengajarkan kita, bahwa kesuksesan bukan hanya tentang gelar. Tetapi juga tentang keberanian untuk mulai bermimpi dan berjuang.

Cerita Wulan juga membuktikan, bahwa dengan semangat dan tekad yang kuat, kita bisa meraih mimpi dan kesuksesan di tengah keterbatasan waktu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Nyala Asa di Balik Kabut Mika: Simfoni Kehidupan Revo Dinata dan Jemari Penakluk Kegelapan

15 October 2026 - 09:49 WIB

Dari Nigeria ke Indonesia, Sambo Hamisu Hammanga Kejar Ilmu di UIN Jusila

7 May 2026 - 04:33 WIB

Kisah Gen Z Perintis Warung Soto Cik Luky

6 January 2026 - 10:38 WIB

Trending on Features