Menu ✖

Breaking News

Opini

Misteri ; Ada Kekuatan Besar Menggoyang Singgasana Prabowo-Gibran?

badge-check

Misteri ; Ada Kekuatan Besar Menggoyang Singgasana Prabowo-Gibran? Perbesar

Oleh : Kiki Anggi, orang biasa.

Sebagai seorang rakyat yang mengikuti dinamika politik dan pemerintahan melalui derasnya arus informasi di dunia digital saat ini, penulis ikut merasakan denyut harapan pun kekecewaan publik di era kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

Terpilihnya Prabowo-Gibran sebagai kepala negara, memikul harapan baru yang menjadi titik awal menuju cita-cita menjadi bangsa bermartabat, mandiri, dan berdaya saing. Era baru yang membawa angin segar bukan hanya dalam janji, tapi juga langkah konkret yang diharap akan mampu mengubah wajah Indonesia.

Asa yang digantung tinggi pada komitmen dan kebijakannya untuk memposisikan Indonesia bukan sekadar berada di barisan penonton, melainkan pemain utama di atas panggung dunia.

Era kepemimpinan ini memberi secercah harap dan kesempatan bagi rakyat untuk benar-benar menyaksikan perubahan nyata di berbagai sektor mulai dari ekonomi, pendidikan, hingga ketahanan pangan.

Namun belum genap 2 tahun menjabat, kepemimpinan Presiden Prabowo mulai menunjukkan gejolak. Musababnya, bersumber dari berbagai hal.

Mulai dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) dengan segala kejanggalan pelaksanaannya, sikap dan gestur Prabowo dalam berbagai forum internasional yang menuai cemooh netizen, statement blunder para punggawa kabinet yang digoreng kering, opini yang tersirat dari film dokumenter Pesta Babi, pelemahan Rupiah terhadap Dolar sampai tembus 18.000, kenaikan harga BBM nonsubsidi yang fantastis, hingga akhirnya menuai reaksi ribuan mahasiswa dari berbagai kampus dan kota-kota melakukan unjuk rasa, serta berbagai macam isu-isu miring lainnya yang terus menghantam tembok istana.

Seiring terjadinya rentetan masalah tersebut, rezim juga terus dibombardir oleh arus berita kiri yang masif dan memperburuk situasi, memecah pandangan politik dan membelah kelompok-kelompok masyarakat.

Massa kian terperdaya, penglihatan jadi berkomplot, sedangkan pihak-pihak oposisi terus menyorot, kaum hipokrasi pun tampil laksana badut yang menari-nari dengan maksud tersembunyi, menambah kekacauan di atas panggung birokrasi.

Sejumlah pakar menilai, hal itu merupakan langkah sistematis dari suatu kekuatan besar yang berupaya menggoyang kepemimpinan Prabowo-Gibran. Benarkah?

Mungkin saat ini, dinamika pemerintahan Prabowo-Gibran benar-benar tengah diwarnai oleh tantangan yang sangat kompleks, baik dari segi ekonomi makro maupun tuntutan publik.

Isu mengenai kekuatan besar itu acap kali dikaitkan oleh para analis dengan tarik-menarik kepentingan geopolitik, politik elite, oligarki, dan desakan masyarakat sipil yang menuntut kebijakan agar lebih berpihak kepada kesejahteraan rakyat kecil.

Jika tekanan bertubi-tubi yang tengah menggoyang rezim Prabowo-Gibran adalah kekuatan besar dari luar, maka pihak mana yang dimaksud? Entahlah. Semoga saja berbagai masalah yang tengah membelit bumi pertiwi ini dapat segera terselesaikan.

Sebagai Warga Negara Indonesia, penulis tetap berharap dalam doa, Prabowo-Gibran senantiasa diberi kekuatan dan kesehatan membawa bahtera kekuasaan mencapai kesejahteran rakyat, hingga akhir kepemimpinan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Read More

Menyemai Karakter Lewat Aroma Hidangan MBG

10 Oct 2026 - 06:25 WIB

Menyemai Karakter Lewat Aroma Hidangan MBG

Panggung Kuasa Penjaga Garis Depan, dari Jalanan ke Singgasana Istana

6 Oct 2026 - 08:44 WIB

Panggung Kuasa Penjaga Garis Depan, dari Jalanan ke Singgasana Istana

Simbol, Sakralitas, dan Batasan Kebebasan Estetika dalam Busana Adat Lampung

30 Sep 2026 - 09:25 WIB

Simbol, Sakralitas, dan Batasan Kebebasan Estetika dalam Busana Adat Lampung

Persib Boleh Kalah dari Persija, tetapi Jangan Kalah di Asia

14 Sep 2026 - 10:36 WIB

Persib Boleh Kalah dari Persija, tetapi Jangan Kalah di Asia

Transformasi Kampus dan Psikologi Perubahan Perspektif Psikologi Terapan

12 Aug 2026 - 01:58 WIB

Transformasi Kampus dan Psikologi Perubahan Perspektif Psikologi Terapan
Trending on Opini